Tokoh

Iswahyudi

Iswahyudi lahir di Surabaya, 15 Juli 1918. Bersama Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Husein Sastranegara, Iswahyudi dikenal sebagai perintis TNI AU Indonesia. Awal tahun 1947, Iswahyudi diangkat menjadi Komandan Lanud Maospati Madiun dengan dibantu oleh Wiweko Soepono dan Nurtanio.

Kalender Kegiatan
April 2019
S S R K J S M
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          

SKADRON UDARA 14





Skadron Udara (Skadud) 14 dibentuk pada tanggal 1 Juli 1962. Skadron ini sejak awal sudah menyandang predikat sebagai skadron tempur sergap (striker interceptor) pada jajaran Wing Operasional (Wing Ops) 300 di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Pesawat mutakhir yang saat itu digunakan adalah Mig-21 Fishbed yang ikut andil dalam operasi Trikora, Dwikora dan Tumpas.

Dengan tidak terbangnya Mig-21 menyusul kekurangan suku cadang pada akhir 1970-an memaksa Departemen Pertahanan dan Keamanan untuk menoleh ke barat untuk mengaktifkan kembali unsur pertahanan udara ini. Sebagai penggantinya adalah F-86 Sabre yanag dibeli melalui proyek "Garuda Bangkit" pada tahun 1973. Tanggal 19 Pebruari 1973 rombongan pertama sebanyak 16 pesawat F-86 Sabre tiba di Lanud Iswahjudi. Tanggal 10 Mei 1974 Skadud 14 menjadu unsur organik Komando Satuan Buru Sergap (Kosatsergap) yang disebut dengan Satuan Buru Sergap F-86 (Satsergap-86).

Tanggal 21 April 1980 TNI AU menerima beberapa pesawat F-5E/F Tiger II buatan Northrop, AS yang diangkut oleh pesawat C-5A Galaxi dalam bentuk rakitan. Rakitan pesawat tersebut kemudian dibentuk kembali oleh para teknisi TNI AU dibawah supervisi Northrop. Pesawat-pesawat F-5E/F selanjutnya ditempatkan pada Skadud 14 pada tanggal 5 Mei 1980 sebagai pesawat buru sergap untuk menggantikan pesawat-pesawat F-86 Sabre yang telah dinyatakan habis jam terbangnya.

Dengan kedatangan pesawat-pesawat F-5E/F yang mampu terbang dengan kecepatan 1,6 Mach (kecepatan suara) tersebut membawa TNI AU kembali lagi ke era supersonik seperti pada masa MIG-21. Operasi Udara yang sering dilaksanakan adalah operasi pertahanan Udara. Latihan bersama yang pernah diikuti adalah Elang Malindo, Elang Indopura, Elang Thainesia, Elang Ausindo dan Cope West. F-5 TNI AU juga pernah melakukan lawatan persahabatan ke Thailand, Malaysia dan Australia.

Dalam rangka meningkatkan unjuk kerja dan kemampuan pesawat-pesawat F-5E/F, TNI AU mengadakan program Modernization of Avionic Capability for Armament and Navigation (MACAN) dengan mengirimkan satu pesawat F-5E ke SABCA, Belgia untuk ditingkatkan kemampuan avionik untuk persenjataan dan navigasinya. Keberhasilan modifikasi kedua pesawat tersebut diteruskan dalam bentuk mass production terhadap pesawat-pesawat F-5E/F Skadud 14 lainnya.